Rabu, 28 November 2012

NLP untuk Menyeru Kebaikan


NLP untuk Menyeru Kebaikan

Sangat menarik jika kita belajar Neuro Linguistic Programming (NLP) untuk pengembangan diri, memperbaiki ilmu komunikasi,menetapkan tujuan dan target secara lengkap dan sistematis langkah-langkah yang ha
rus diambil serta dalam menyeru kebaikan dalam islam lebih dikenal dengan nama da’wah. Sebelum menetapkan langkah,apapun hal itu memang sebaiknya kita mempunyai presuposisi atau asumsi dasar yang harus kita pahami. Pada kesempatan yang berbahagia ini saya ingin membahas asumsi dasar dari menyeru kebaikan (da’wah) dalam islam.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembah-Ku (QS Adz Dzariyat 52:56). Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT tidaklah menjadikan jin dan manusia melainkan untuk mengenal-Nya dan supaya beribadah kepada-Nya.Memang jelas Taufik Al-ayubi Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan juga sebagai pembeda (haq dan batil). Dalam islam,kita mengenal Al Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Manusia juga memiliki tugas mengajak manusia lainnya kepada kebaikan,menjauhkan dari kemunkaran dan tunduk pada ketentuan-ketentuan Allah SW. Maka berdakwah /berkomunikasi untuk mengajak pada jalan Allah SWT adalah kewajiban.

NLP memodel ekselensi komunikasi yang dipraktekan para tokoh di era 1970-an. Sangat mungkin para tokoh tersebut memodel tokoh-tokoh di era sebelumnya. NLP diklain sebagai manual otak manusia.Kita semua tentu paham bahwa yang paling layak membuat manual yang memproduksi. Jika otak manusia ciptaan Tuhan (Allah) maka yang layak membuat manualnya adalah Tuhan.
Manual yang dibuat oleh Tuhan adalah kitab suci. Maka sangat mungkin bahwa manual yang ada dalam NLP bersumber dari atau terinspirasi dari isi Kitab Suci.

Komponen Dakwah :
1. Materi Dakwah (maddah) : Pesan
2. Subjek Dakwah (da’i) : Komunikator
3. Objek Dakwah (mad’u) : Komunikan
4. Metode Dakwah (thoriqoh) : Proses
5. Media Dakwah (wasilah) :Fasilitas/Sarana
6. Tujuan Dakwah (magoshid) : Efek/Reaksi/Feedback

Materi Dakwah :
1. Hablun min Allah (mu’amalah ma’a al Khaliq)
2. Hablun min An-Naas (mu’amalah ma’a an – naas)
3. Keseimbangan keduanya

Subjek Dakwah :
Secara umum semua muslim/ah yang mampu, secara khusus pendakwah professional (muballigh)

Karakteristik subjek dakwah :
1. Lembut, toleran,santun
2. Memudahkan, meminimalkan kesulitan
3. Bertahap,Gradual
4. Bersandar pada Al Qur’an dan Sunnah
5. Menyesuaikan dengan bahasa objek dakwah
6. Memperhatikan adab berdakwah

Objek Dakwah :
1. Sosiologi Demografis
2. Sosio Cultural
3. Sosial Ekonomi
4. Profesi
5. Usia
6. Jenis Kelamin
7. Dan yang lainnya

Media Dakwah :
1. Dakwah bil Lisan (ucapan) : Auditory
2. Dakwah bil Tadwin/Qalam (tulisan) : Visual
3. Dakwah bil hal (perbuatan/aktivitas) : Kinestetik
4. Dakwah bil hikmah (memunculkan insigh) : Metafora

Gaya Bicara (Qaulan) juga harus diperhatikan yang dikategorikan sebagai prinsip atau etika komunikasi dakwah :
1. Qaulan Sadida : Perkataan yang benar alias tidak berdusta
2. Qaulan Baligha : Ucapan yang lugas, efektif dan tidak berbelit-belit
3. Qaulan Ma’rufa : Perkataan yang baik,santun dan tidak kasar
4. Qaulan Karima : Kata-kata yang mulia dan penuh penghormatan
5. Qaulan Layinan : Ucapan yang lemah lembut menyentuh hati
6. Qaulan Masyura : Ucapan yang menyenangkan dan tidak menyinggung

Gaya bicara (Qaulan) yang dikategorikan sebagai kaidah,prinsip atau etika komunikasi dakwah yaitu :
1. Jelas (Sensory Based)
2. Baik dan Santun (Pacing)
3. Mengandung Hikmah (Metafors)
4. Efektif dalam mengajak (Sugestif/Hypnotic)

Jadi kesimpulannya adalah retorika dakwah islam yang dipraktekkan dan dicontohkan sejak zaman Rasulullah SAW telah menggunakan pendekatan yang sangat mirip dengan pendekatan yang digunakan NLP karena :
1. Menggunakan media komunikasi Verbal, Vocal dan Visual
2. Menggunakan metode yang meliputi semua modalitas V,A,K
3. Menggunakan Rapport (Pacing and Leading)
4. Menggunakan Hypnotic Language Patterns
5. Menyesuaikan Neuro Logical Level Mad’u

Saktisyahputra Wismurti,S.Ikom,CMT STMI, CNLP, CH, CHt, CPCS, CMSP, CSTSMTC,CSTS
(Penulis adalah Kepala Sekolah Trainer dan Motivator Indonesia yang telah memotivasi dan menginspirasi lebih dari 6.000 siswa dan 300 guru se-Indonesia)

0 komentar:

Poskan Komentar